RSS

Hubungan antara Exterior dan interior

19 Jan

Elemen bangunan yang berfungsi untuk menggabungan exterior dan interior adalah pintu dan jendela. Pintu menghubungkan secara fisik dan jendela menghubungkan secara visual. Pintu merupakan akses untuk masuk ataupun keluar sehingga disebut memiliki akses fisik yakni bisa digunakan secara wajar untuk menuju ke dalam dan keluar. Jendala juga dapat digunakan sebagai akses, namun secara budaya dan aspek kewajaran sangat tidak lazim dan cenderung berbahaya. Orang yang terlihat masuk melalui jendela bisa dianggap sebagai “maling” meskipun memasuki rumahnya sendiri.Di Amerika serikat banyak kasus pelaporan dan salah tangkap karena pemilik rumah berusaha memasuki rumahnya sendiri melalui jendala.

Rumah tradisional Jepang memiliki pemecahan unik untuk menyediakan akses visual dan fisik yang dapat menghubungkan interior dan exterior bangunan. Meskipun rumah tradisional Jepang juga mengenal jendela, namun dalam banyak kasus pintu geserlah yang berfungsi sebagai pintu sekaligus jendela. Hal ini memberikan banyak keuntungan dalam pengelohan ruang. Pertama, bukaan dinding dapat dikurangi semaksimal mungkin sehingga ruang dapat berfungsi secara efektif. Jika dinding memiliki banyak bukaan maka penempatan perabot menjadi terbatas, sebagai contoh jendela yang terlalu lebar akan menyulitkan penempatan lemari. Dengan adanya pintu geser, bukaan dinding menjadi minimal dan perabot memilki fleksibilitas lebih besar.

Keuntungan kedua adalah penghematan alokasi ruang untuk alur bukaan pintu. Daun pintu yang dibuka dengan system geser tidak memerlukan alur putar sehingga ruang di belakang pintu dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain itu pintu geser juga tidak menimbulkan kejanggalan ketika dibuka karena tidak “mendorong” orang di dalam maupun di luar.

Keuntungan ketiga adalah akses visual yang lebih terpusat dan lebih lebar. Pintu geser dengan dua daun pintu dapat dibuka lebih lebar dari pintu dengan model swing. Hal ini dikarenakan pintu geser tidak memiliki engsel sehingga lebar daun pintu bisa dimaksimalkan. Dua pintu lebar yang dibuka bersamaan akan menciptakan bukaan dinding yang mengarah pada satu focus eksterior. Di rumah tradisional para samurai dan saudagar kaya Jepang, focus ini diarahkan ke taman sehingga tercipta hubungan antara eksterior dan interior yang terintegrasi.

Hubungan yang tercipta antara interior dan eksterior berisfat fisik dan visual. Jendela di rumah tradisonal jepang tidak memiliki peran visual yang dominan melainkan berfungsi sebagai pengatur sirkulasi hawa dari luar ke dalam. Hubungan visual tercipta melaui bukaan pintu. Pintu juga berfungsi sebagai hiasan dinding, karena biasanya pintu tersebut dilukis dengan lukisan tinta yang indah sehingga jika tertutup akan tercipta sebuah pemandangan alam yang terhampar dalam lukisan.

Terjaganya hubungan antara eksterior dan interior ini juga dilandasi oleh filosofi kehidupan masyarakat Jepang yang menghargai keindahan alam. Saat ini nilai dan semangat untuk menyatu dengan alam mulai terhalang oleh dinding beton dan pencakar langit. Setiap kita membuka jendela atau pintu rumah, yang kita jumpai adalah pemandangan dinding beton kusam dan gedung pencakar langit yang berlomba menutup sinar matahari pagi…..

 
Leave a comment

Posted by on 19/01/2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: