RSS

Ruang-Ruang dalam Rumah Kita

21 Feb

Menurut beberapa ahli sejarah, konsep penamaan ruang seperti ruang makan, ruang keluarga dan ruang tamu baru muncul di Eropa pada abad ke -18. Sebelum periode tersebut masyarakat Eropa tidak mengenal konsep ruang makan khusus, mereka biasanya menggunkan ruang keluarga untuk makan bersama. Konsep ruang makan di Eropa muncul seiring dengan perubahan gaya hidup kaum borjuis eropa yang gemar mengundang tamu dan menjamunya dengan makanan mewah. Untuk mengakomodasi kegiatan tersebut kaum burjuis membutuhkan satu ruang khusus dengan interior mewah agar para tamunya terpesona dan merasa nyaman di dalamnya.

Tujuan dari menampilkan interior ruang makan yang mewah memiliki dua tujuan. Pertama kesan mewah dan rapi merupakan cerminan dari selera artistic si pemilik rumah. Adalah hal yang penting bagi kaum borjuis Eropa untuk memiliki selera artistic yang baik karena hal tersebut dapat meningkatkan citra diri mereka dimata rekan-rekan burjuis lainnya. Kedua ruang makan merupakan tanggung jawab dari istri pemilik rumah, untuk itu kondisi ruang makan yang tertata dengan baik menunjukkan loyalitas dan pengabdian kepada rumah tangganya. Perlu diingat bahwa konsep kesetaraan gender belum dikenal di Eropa pada masa itu sehingga ruang makan menjadi domain kaum perempuan yang berperan sebagai menejer rumah tangga.
Di Indonesia, ruang yang memiliki fungsi untuk menimbulkan impresi bagi tamu adalah ruang tamu. Masyarakat Indonesia tidak mengenal tradisi untuk mengundang makan tamunya di ruang makan. Ruang makan masih dianggap sebagai ruang privat sehingga agak terasa berlebihan jika mengundang tamu untuk makan bersama di ruang makan. Kecuali jika tamu tersebut adalah seseorang yang sangat akrab atau kerabat dekat.

Ruang makan di Indonesia tidak mengemban peran sebagai “etalase” bagi pemilik rumah. Meskipun masyarakat modern di kota besar memiliki perhatian lebih terhadap ruang makan, mereka lebih menekankan pada fungsinya yaitu mewadahi kegiatan makan dengan nyaman. Tentu saja nilai artistic tetap menjadi pertimbangan untuk desain ruang makan akan tetapi impresi visual ini tidak ditujukan untuk memberikan kesan atau pesan tertentu.

Saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalami perubahan social yang dinamis. Cara hidup dan gaya hidup yang berbeda membuat “ruang” yang berbeda pula. Bisa jadi saat ini ruang makan bersifat privat namun hal ini bisa berubah jika kebiasaan penggunaan ruangnya berubah. Contoh dari perubahan sifat ruang ini bisa dilihat pada perletakan dapur. Saat ini hunian modern cenderung meletakkan dapur di depan untuk kemudahan akses. Seratus atau bahkan lima puluh tahun yang lalu dapur merupakan tempat paling belakang dan cenderung kotor. Dapur mengalami perubahan sifat ruang karena perubahan cara pandang pemanfaatan ruang. Tidak hanya sebagai tempat memasak tapi juga tempat untuk menggeluti hobi membuat kue, atau bahkan bersosialisai dengan teman.

 
1 Comment

Posted by on 21/02/2012 in Design And Architecture

 

One response to “Ruang-Ruang dalam Rumah Kita

  1. Eko

    15/01/2015 at 00:54

    sip pak Banu …..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: