RSS

PINTU GERBANG di RUMAH KITA

23 Oct

Pada masa Jawa klasik komplek perumahan di lingkungan kerajaan dikelilingi oleh pagar pembatas dan memiliki pintu gerbang berbentuk candi bentar. Seiring berjalannya waktu, rumah tradisional jawa mulai berevolusi mengikuti perkembangan gaya hidup dan kemajuan jaman yang terus bergulir. Saat ini hanya rumah-rumah pangeran Jawa yang masih memiliki pintu gerbang ( regol) sisa sisa dari masa-masa pembuatannya di abad 18-19.

Fungsi pintu gerbang sebetulnya tidak hanya bersifat fisik melainkan juga psikologis. Secara fisik pintu gerbang menjadi pembatas antara luar dan dalam. Pemisahan ini berfungsi untuk upaya pengamanan dan pengawasan agar tamu yang datang berkunjung dapat dikontrol dan diawasi. Secara psikologis gerbang juga memiliki kesan protektif yang dominan sehingga orang menjadi segan untuk memasukinya jika tidak memiliki keperluan tertentu dengan pemilik rumah.

Model dan variasi desain pintu gerbang sangat bervariasi antar satu budaya dengan budaya lainnya. Di Jepang pintu gerbang rumah rumah tradisional umumnya terbuat dari kayu dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Gerbang di rumah rumah Jepang memberikan kesan yang sangat tertutup namun tetap menampilkan sisi estetika yang ramah. Gerbang rumah rumah di Eropa pada umumnya bersifat transparan dengan menggunakan pagar besi atau pagar kayu yang tidak menutupi sepenuhnya pemandangan kedalam area perumahan.

Salah satu contoh gerbang di rumah rumah Jepang yang memberikan batas visual dan fisik dari jalan utama

Di Indonesia penggunaan pagar tinggi dan pintu gerbang memiliki konsekuensi sosiologis yang kurang menguntungkan, yaitu adanya kesan sombong dan menutup diri terhadap lingkungan sekitarnya. Meskipun secara historis contoh penggunaan gerbang tertutup ini dapat kita jumapai di rumah rumah Jawa namun pada perkembangannya bentuk pintu gerbang ini memiliki arti dan pesan yang berbeda. Pada masa abad 18-19 pintu gerbang ini memiliki pesan otoritas dan kewibawaan dengan tujuan memproteksi diri dari pihak pihak yang tidak berkepentingan. Saat ini pesan tersebut telah berubah meskipun tujuannya masih tetap sama yaitu untuk proteksi diri.

Sebagai elemen desain, gerbang memiliki potensi estetis untuk memperindah rumah kita. Hal yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan bentuk desain gerbang sesaui dengan kondisi sosiologis masyarakat Indonesia saat ini. Bentuk pintu gerbang yang massive dan tertutup rapat sebaiknya dihindari agar tidak terkesan angkuh dan sombong terhadap lingkungan sekitarnya. Desain yang ringan dengan kesan terbuka dapat dihasilkan dengan penggunaan bahan bahan seperti besi dengan pola jeruji. Menutupi jeruji besi dengan fiberglass seperti yang banyak kita lihat di kota kota besar adalah sesuatu yang kontra produktif, akan lebih baik jika jeruji itu tetap terbuka seperti desain aslinya. Jika kita menginginkan bentuk yang lebih tertutup gunakan bahan papan kayu berjajar dengan celah yang sempit sekitar 2 cm sehingga secara visual masih berkesan ringan namun privasi kita tetap terjaga

 
Leave a comment

Posted by on 23/10/2011 in Design And Architecture

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: