RSS

Vandalisme dalam desain interior

08 Sep

Vandalisme adalah kejahatan yang sering diasosiasikan dengan lingkungan urban dan situasi kota besar yang penuh kekekarasan. Dibalik semua citra itu ternyata jenis kejahatan ini sering juga kita jumpai di interior bangunan, terutama interior bangunan public seperti terminal, rumah makan, kantor, kampus serta sekolah. Tempat tempat yang menjadi sasaran vandalism di interior bangunan sangat bervariasi tapi secara umum tembok, pintu, meja dan kursi adalah tempat utama bagi sasaran vandalisme.

Architect Frank Gehry seringkali menciptakan vandalisme dalam konteks yang positif

Tempat atau sudut sudut yang menjadi sasaran vandalisme pada umumnya adalah tempat yang kurang mendapat pengawasan. Kurangnya pengawasan ini bisa disebabkan oleh dua hal, yang pertama adalah sifat ruang itu sendiri yang tidak memungkinkan pengawasan secara intensif. Contoh dari ruang ini adalah kamar mandi dan WC umum. Kedua tempat ini tidak mungkin diawasi secara lekat karena melanggar aturan privasi penggunannya. Akibatnya di kamar mandi dan WC umum sering kita jumpai coretan coretan ataupun jenis pengrusakan property seperty pintu dan wastafel. Sebab kedua hasil dari desain ruang yang bersifat residual atau sisa sisa ruang. Ruang ini biasanya adalah ruang belakang atau sudut sudut yang kurang menarik.

Sasaran vandalisme secara teoritis merupakan tempat yang dirasa “kurang diperhatikan” atau setidaknya menurut pelaku vandalisme tempat tersebut tidak terlalu mendapat perhatian utama. Faktor lain yang mendorong vandalisme adalah “pancingan awal” yang bersifat mengundang. Pancingan ini bisa berupa kerusakan kecil yang diabaikan atau tidak segera diperbaiki. Kerusakan kecil ini memberi stimulus bagi pelaku vandalisme untuk melakukan aksinya karena mereka “membaca pesan” bahwa tempat tersebut terabaikan. Adanya coretan awal dimuka dinding akan memancing pelaku lain untuk “berkreasi” jika tidak segera ditangani.

Memerangi vandalisme adalah hal yang sulit dilakukan namun bukan berarti tidak bisa. Beberapa konsep desain menawarkan solusi untuk meminimalisir dampak aktivitas liar ini. Salah satu cara yang dikembangkan adalah membuat desain yang “tidak mengundang” bagi pelaku vandalisme. Prinsip ini dilakukan dengan berbagai macam strategi diantaranya member penerangan yang cukup disudut sudut ruang, menghias space kosong agar terlihat terawat dan berguna, menerapkan bahan anti gores seperti stainless steel. Semua strategi ini harus dikombinasikan dengan psikologi pelaku vandalisme dan diterapkan secara simultan.

Pelaku vandalisme pada umumnya melakukan aksinya ketika pengawasan dari pihak lain dirasakan kurang. Pemasangan kamera CCTV tentu bisa membantu akan tetapi ruang seperti kamar mandi dan WC tentu tidak mungkin menerapkan solusi ini. Satu hal yang menarik adalah bahwa kamar mandi umum di Mall mewah lebih jarang menjadi sasaran vandalisme katimbang kamar mandi umum terminal bis antar kota.

 
Leave a comment

Posted by on 08/09/2011 in Design And Architecture

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: