RSS

Kriteria Desain Yang Baik

08 Sep

Meskipun bidang desain berkait erat dengan selera subyektif, ukuran standar normatif harus tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan hasil akhirnya. Ukuran normative ini merupakan parameter yang bisa diukur keberhasilannya sehingga tidak menimbulkan perdebatan subyektif yang tiada akhir. Toshiharu Taura dan Yukari Nagai dalam artikelnya Discussion on Direction of Design Creativity Research (Part 1) – NewDefinition of Design and Creativity: Beyond the Problem-Solving Paradigm menulis bahwa setidaknya ada 5 hal yang diharapkan dari setiap produk desain yaitu: Mudah digunakan, nyaman, terjangkau secara ekonomi, tidak memboroskan energy dan mudah dipahami penggunaanya.

Desainer harus memahami ke-5 harapan tersebut sebagai Kriteria yang harus dipeneuhi dalam setiap karya desainnya. Porsi yang ditetapkan untuk masing masing item criteria tersebut bisa berbeda beda. Misalkan untuk mendisain ruang keluarga, criteria kenyamanan bisa jadi menempati urutan teratas sedangkan masalah ekonomi mungkin tidak terlalu mendapat perhatian utama. Sebaliknya dalam mendisain dapur atau ruang kerja, kejelasan atau kemudahan penggunaan menjadi prioritas utama.

Kriteria desain juga terkait erat dengan tujuan desain yang akan dicapai. Desain yang bertujuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas kerja menuntut penghematan energy dan biaya perawatan yang rendah. Kerangka berpikir dalam kelompok criteria ini memudahkan desainer untuk mengganti dan mengatur urutan prioritas yang harus diterapkan dalam setiap proyek desain.

Desain yang baik tidak selalu harus memiliki nilai maksimal dalam setiap item criteria, ada kalanya nilai keterjangkauan ekonomis harus dikorbankan untuk mengejar kenyamanan. Artinya harga yang mahal harus bisa membayar tingkat kenyamanan yang diharapkan. kita bisa dengan mudah membalik cara berpikir semacam ini menjadi alat untuk mengukur desain yang gagal, yaitu harga yang mahal dan tingkat kenyamanan yang rendah.

Desainer interior rumah tinggal seringkali bertabrakan dengan konsep- konsep normative yang baku. Nilai subyektifitas pemilik rumah merupakan factor utama dalam menentukan hasil akhir desain. Penghematan energy seringkali diabaikan demi untuk menjaga standar kemewahan yang tidak perlu seperti pemasangan AC dan lampu-lampu spot berdaya tinggi. Tentu tidak ada salahnya bagi mereka untuk memiliki apapun yang mereka inginkan, hanya saja ada baiknya kita semua menjadi sadar dan peduli bahwa jika bisa dibuat hemat, mengapa dibuat mahal? Selain itu pengurangan pemakaian listrik yang tidak perlu dapat mengurangi dampak pemanasan global yang semakin parah.

 
Leave a comment

Posted by on 08/09/2011 in Design And Architecture

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: