RSS

Jatidiri Desain Interior Indonesia

01 Aug

Mencari jatidiri desain interior Indonesia adalah sebuah upaya yang sama beratnya dengan mencari kesepakatan tentang nilai nilai keIndonesian . Bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk yang memilik banyak tradisi dan adat istiadat yang beragam. Walaupun secara politik memiliki kesamaan visi dan misi, secara budaya bangsa Indonesia masih harus melakukan banyak penyesuaian dan kompromi yang belum berakhir.

Desain interior pada dasarnya adalah jawaban manusia terhadap kebutuhan ruang tinggal yang didasari pada pola perilaku, kebiasaan, selera artistic dan nilai nilai simbolik. Melihat variable yang menentukan dalam sebuah desain interior yang begitu komplek tentu kita akan segera sadar bahwa kebutuhan satu individu dengan individu yang lain pastilah berbeda, apalagi dalam suku yang berbeda beda. Hal inilah yang menyebabkan jawaban desain lokal memiliki keragaman yang begitu kaya di Indonesia.

Jika melihat perbedaan akan menimbulkan kesulitan dan kekaburan difinisi, maka ada baiknya kita melihat kesamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia secara umum. Masyarakat Indonesia secara umum adalah masyarakat komunal yang memiliki solidaritas social tinggi dan keterbukaan terhadap tamu ataupun orang asing yang bersahabat. Hal ini ditunjukkan pada banyaknya ruang ruang yang bersifat terbuka dan menampung banyak orang sekaligus, seperti rumah panjang di Kalimantan ataupun Pendopo di Jawa. Dari segi bentuk tampilan kedua ruang tersebut berbeda, ekspresi artistic yang ditampilkan juga berbeda sehingga mencari kesamaan ekspresi bentuk bukan jawaban dari pencarian jatidiri yang kita inginkan.

Hal yang lebih mendasar adalah mencari konsep pemakaian ruang dan sifat ruang. Di beberapa suku di Indonesia seperti komunitas masyarakat sunda di kampung Naga, kebutuhan perabot amatlah terbatas. Kita bisa melihat bahwa hampir semua rumah tradisional di Indonesia hanya memiliki sedikit perabot. Nama nama perabot seperti “Kursi” dan “meja” adalah bahasa serapan dari bahasa Arab dan Portugis. Kita bisa menarik kesimpulan bahwa kedua perabot tersebut merupakan konsep pinjaman yang berasal dari budaya asing walaupun bangsa Indonesia memiliki perabot sejenis kursi dan meja namun keduanya tidak sama dengan konsep meja dan kursi yang kita kenal sekarang.

Sekelumit hal di atas bisa kita perdalam dengan menggali banyak symbol symbol budaya tradisional yang bersifat inter etnis atau lintas suku di Indonesia sehingga kita bisa menemukan jatidiri atau akar dari desain interior Indonesia. Namun demikian budaya adalah sebuah entitas yang hidup dan dinamis. Pada titik tertentu kita bisa menentukan bahwa semua suku di Indonesia menyukai nilai nilai keterbukaan akan tetapi saat ini tentu nilai nilai tersebut harus dikaji ulang karena adanya pengaruh modernisasi dan infiltrasi budaya luar. Bukan berarti bahwa pengaruh luar tersebut buruk bagi desain interior Indonesia namun seperti yang saya ungkapkan di atas kita membutuhkan kompromi dan penyesuaian untuk menjadi INDONESIA

 
Leave a comment

Posted by on 01/08/2011 in Design And Architecture

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: