RSS

SISI POSITIF TINGGAL DI LINGKUNGAN KOTA

06 May

Jika mendengar kata “Kota” maka yang terlintas di benak kita adalah simpang siur lalu lintas, polusi, hiruk pikuk manusia serta kesemrawutan kehidupannya. Kota memang memiliki dinamika yang cepat dan agresif. Hampir semua kota besar di dunia memiliki image yang sama dengan variasi dan ciri khas masalah masing masing.

Menurut Jonathan Freedman hidup di lingkungan kota tidak selamanya negatif, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa pergulatan hidup di kota memang lebih intens dibanding situasi di pedesaan. Hal positif apakah yang bisa diambil dari kehidupan perkotaan yang “kejam”?

Ambilah contoh soal kesehatan masyarakat. Tingkat kesehatan masyarakat kota ternyata lebih tinggi daripada tingkat kesehatan masyarakat pedesaan. Indikator tingkat kesehatan ini bisa dilihat dari perbandingan angka kematian bayi di kota dan desa. Data di Amerika menunjukkan bahwa angka kematian bayi di desa ternyata lebih tinggi jika dibandingkan tingkat kematian bayi di kota.

Indikator lain yang dapat dipakai sebagai barometer tingkat kesehatan adalah usia harapan hidup. Data menunjukkan bahwa usia harapan hidup masyarakat kota ternyata juga lebih tinggi daripada masyarakat desa.

Freedman tidak memungkiri adanya sisi negative kehidupan kota yang tidak sehat seperti polusi dan asap kendaraan bermotor, namun demikian polusi dan pencemaran ini cenderung terbawa ke wilayah pinggiran sehingga tidak terlalu berpengaruh di pusat kota.

Hal lain menarik untuk dicermati adalah kondisi kesehatan mental masyarakat kota dan masyarakat desa. Penelitian menunjukkan bahwa gangguan mental seperti Schizophrenia cenderung menunjukkan prosentase yang sama antara kota besar di Amerika dan desa kecil di Afrika. Freedman memberikan dua alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Gangguan mental kemungkinan disebabkan oleh factor genetis dan tidak berhubungan langsung dengan kondisi lingkungan, selain itu beban persoalan hidup tampaknya memiliki bobot yang sama dimanapun kita berada entah itu di desa ataupun di kota.

Kota memiliki banyak variasi hiburan dan keramaian yang tidak dijumpai di pedesaan. Situasi di desa bisa jadi terasa membosankan dan kurang stimulus bagi sebagian orang sehingga berpotensi memicu kebosanan akut.  Kondisi ini pada taraf tertentu dapat berujung pada gangguan emosi dan stabilitas mental individu. Studi tentang kepuasaan hidup menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat kota memiliki nilai sama baiknya dengan masyarakat desa.

Hal diatas menunjukkan bahwa hidup di kota tidak selamanya buruk, Freedman menegaskan bahwa kota tidak memiliki nilai “baik” atau “buruk” bagi kondisi kesehatan mental dan fisik.

Di manapun kita tinggal, potensi untuk “terganggu” selalu ada. Masyarakat desa bisa mengalami stress karena minimnya fasilitas. Sebaliknya masyarakat kota juga bisa kehilangan keseimbangan manakala semua fasilitas yang ada berada diluar jangkauan finansialnya. Manusia adalah makhluk yang adaptif terhadap lingkungannya sehingga kondisi lingkungan menurut Freedman tidak mempengaruhi kesehatan mentalnya secara signifikan. Gangguan kesehatan mental lebih sering disebabkan oleh hubungan interpersonal antar individu. Jadi tetaplah memiliki hubungan interpersonal yang baik dimanapun kita berada agar kesehatan mental kita tetap terjaga.

 
Leave a comment

Posted by on 06/05/2010 in Design And Architecture

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: