RSS

Sistem Penyimpanan Di Interior Rumah Tinggal

14 Mar

Artbanu Wishnu Aji

Staff Pengajar Desain Interior ISI Yagyakarta

Memiliki banyak barang bisa jadi sangat merepotkan manakala rumah yang kita tinggali tergolong sempit. Minimnya ruang untuk menyimpan barang-barang di rumah tinggal dapat menyebabkan kekacauan dan ketidakteraturan yang mengganggu. Barang-barang yang berserakan biasanya menyulitkan kita untuk menemukannya, belum lagi jika barang-barang tersebut bercampur dengan benda lain yang berbeda kategori.

Ketidakteraturan dalam penyimpanan barang di rumah tinggal sesungguhnya dapat diatasi dengan beberapa cara. Terrence Conran, seorang pakar desain interior rumah tingal, menyarankan tiga sistem penyimpanan di interior rumah tinggal yaitu Furnitur lepas/bebas ( free standing furniture ), Unit terpasang ( built-in units ), Sistem modular. Ketiga sistem ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing sehingga desainer harus cermat memilih sistem penyimpanan yang paling cocok sesuai dengan kebutuhan pemilik rumah.

Furnitur bebas adalah sistem penyimpanan yang paling umum dipakai di rumah-rumah tinggal. Keuntungan sistem ini adalah mudahnya mengatur tata letak dan posisnya sesuai dengan keinginan kita. Jika kita bosan ada lemari penyimpan di dalam kamar, kita dapat memindahkannya keluar tanpa kesulitan. Kerugian dari penggunaan lemari penyimpan atau free standing furniture adalah keberadaanya yang justru memakan tempat dan kurang efektif dalam memanfaatkan ruang sisa sehingga kurang cocok untuk ruang yang sempit.

Sistem penyimpanan berikutnya adalah penggunaan unit terpasang di tempat-tempat tertentu. Sistem ini sangat efektif dalam memanfatkan runag sisa seperti di sudut ruangan dan ruang dibawah tangga. Ruang yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga memiliki kita dapat mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu fungsional dan estetis. Secara estetis unit terpasang terlihat lebih rapi dan bersih karena desainnya yang terpasang mati dan menyatu dengan elemen disekitarnya. Sistem ini juga memiliki kapasitas simpan yang besar karena kita dapat memanfaatkan ruang dari permukaan lantai hingga ke batas langit-langit atas. Kelemahan sistem ini adalah tidak adanya fleksibilitas untuk memindahkannya. Unit terpasang merupakan elemen fix furniture yang tidak dapat digerakkan sehingga jika kita ingin memindahkannya sama artinya dengan membongkarnya.

Jalan tengah dari kedua sistem penyimpanan di atas adalah sistem modular. Sistem modular biasanya di produksi secara massal dalam bentuk papan yang dapat dipasang sesuai dengan kebutuhan kita. Sistem ini memungkinkan kita untuk membuat ruang penyimpanan sesuai dengan bentuk ruang yang ada, modul dapat dipasang memanjang bahkan meninggi. Kelemahan dari sistem ini adalah bentuk desainnya yang terlihat kaku dan seragam. Selain itu sistem penyambungan tiap modul juga rawan terhadap terjangan gaya horisontal. Memindahkan atau menggeser lemari modular terlalu sering akan mengakibatkan sambungannya bergeser dan melemah. Bahan dasar sistem penyimpanan modular biasanya terbuat dari papan plywood sehingga tidak sekokoh kayu solid dalam menahan beban diatas ataupun tegak lurus terhadapnya.

Ada baiknya kita juga rajin memilih barang-barang lama untuk di buang atau di donasikan kepada yang lebih membutuhkannya agar tidak menjadi onggokan di sudut ruang. Sistem penyimpanan yang baik juga memiliki sisi negatif tersendiri, kadang-kadang kita lupa untuk menggunakan barang yang kita simpan tertalu rapi.

 
Leave a comment

Posted by on 14/03/2009 in Design And Architecture

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: