RSS

POSISI DAPUR DAN PERUBAHAN GAYA HIDUP

26 Nov


Artbanu Wishnu Aji

Staff Pengajar Desain Interior ISI Jogja

Posisi dapur di rumah tradisional Jawa selalu berada di belakang dan menempati area yang cukup luas. Hal ini tidak terlepas dari pola hidup masyarakat tradisional yang memiliki anggapan bahwa dapur merupakan wilayah privat dan tertutup. Hingga saat ini ungkapan “rahasia dapur” masih dapat kita jumpai dalam percakan bahasa Indonesia sehari-hari. Ungkapan tersebut mengandung pengertian bahwa segala sesuatu yang terjadi di dapur tidak perlu diketahui oleh publik, cukup pemilik rumah dan pihak tertentu yang mengetahuinya.

Saat ini rumah tinggal bergaya modern sudah tidak mengenal konsep dapur sebagai tempat paling “rahasia” di dalam rumah. Gaya hidup dan pola kebiasaan masyarakat Jawa telah mengalami pergerseran seiring dengan interaksi budaya lokal dengan budaya masyarakat global. Dapur kini dianggap sebagai ruang yang dapat di “pamerkan” kepada orang asing sekalipun. Pemilik rumah sudah tidak merasa perlu untuk menyembunyikan apa yang ia simpan di dapur seperti pada masa lalu.

Tata letak dapurpun mengalami perubahan yang radikal. Rumah-rumah modern menempatkan dapur justru di bagian depan rumah agar mudah diakses dari garasi mobil atau carport. Perubahan tata letak ini bukan tanpa alasan, masyarakat modern yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan bisinis lainnya harus menyiapkan stok makanan dalam jumlah banyak. Mereka berbelanja di supermarket untuk memenuhi kebutuhan dalam seminggu atau bahkan sebulan. Jika posisi dapur berada jauh di belakang maka proses pemindahan barang belanjaan ke dapur menjadi lebih sulit dan memakan waktu.

Kecenderungan lain yang terlihat dari perubahan tata letak dapur adalah fungsinya yang mulai digabungkan dengan aktifitas lain. Dapur tidak lagi berfungsi tunggal sebagai tempat untuk menyiapkan masakan melainkan juga sebagai ruang duduk dan menerima tamu. Dapur juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk menonton televisi mengingat aktifitas di dapur menyita waktu yang cukup lama. Keberadaab televisi di dapur dapat dipergunakan sebagai teman ketika mengolah masakan untuk keluarga.

Dapur yang di desain dengan baik dan tampil dengan citarasa estetis tinggi kini menjadi simbol status baru. Ketika mengunjungi beberapa teman yang memiliki tingkat kehidupan ekonomi tinggi, saya seringkali diajak untuk melihat dapur mereka yang mewah dan tertata dengan baik. Melihat apa yang ada di dapur mereka saya menduga bahwa anggaran yang dikeluarkan untuk membuat dapur semacam itu lebih tinggi nilainya dari anggaran yang dikeluarkan untuk mengisi ruang tamu.

Bisnis pembuatan kitchen set di Jogja ternyata juga menunjukkan kecenderungan yang sama. Proyek yang berhubungan dengan dapur ini ternyata menjadi salah satu proyek yang paling sering dikerjakan oleh konsultan desain di Jogja. Dapur kini menjadi ruang yang “seksi” dan menarik untuk diolah. Citranya sebagai ruang kotor, berbau dan tidak layak tampil lambat-laun telah berubah.

Namun demikian beberapa hal tentang dapur masih belum berubah. Charles Jencks, seorang pakar arsitektur post-modern, menyatakan bahwa bentuk dalam arsitektur dapat berubah dengan cepat namun makna yang menyertainya berubah dengan lambat. Orang Jawa hingga sekarang masih menggunakan ungkapan “dapurmu!” dalam konteks yang kurang menyenangkan, meskipun saat ini memiliki dapur yang indah memberikan rasa bangga bagi pemilikinya.

 
Leave a comment

Posted by on 26/11/2008 in Design And Architecture

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: