Desain Interior Yang Adaptif (Intelligent environment)
Dalam upayanya untuk menciptakan kenyamanan di dalam ruang, desainer interior terus mengembangkan konsep-konsep baru yang bertujuan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang ada. Salah satu inovasi yang saat ini sedang dikembangakan oleh desainer desainer di negara maju adalah konsep “lingkungan pintar” atau intelligent environment.

Kuat cahaya yang dibutuhkan tiap individu untuk dapat tidur dengan nyaman berbeda satu dengan yang lainnya sehingga seringkali menimbulkan benturan "selera"
Konsep ruang atau lingkungan pintar sebetulnya telah sering kita jumpai di film film fiksi futuistik seperti star trek. Kapal induk USS Enterprise memiliki banyak kabin yang mengaplikasikan konsep ruang pintar ini. Misalnya ketika masuk ruangan maka lampu otomatis akan menyala dan temperature ruang akan menyesuaikan dengan kebutuhan pemakai ruang. Selain itu jika penghuni menginginkan suara muik, maka dia hanya perlu untuk memberikan perintah suara dan music akan secara otomatis menyala.
Aplikasi konsep ruang pintar ini sudah mulai diujicobakan sebagai pilot project dalam riset riset environmental design. Beberapa permasalahan yang saat ini masih belum terpecahkan diantaranya adalah ukuran standar normative kenyamanan yang berbeda beda antar satu pemakai ruang dengan pemakai lainnya.
Ruang pintar pada dasarnya memiliki model yang sederhana yaitu stimulus atau input, sensor, pengolah data dan aksi. Input dapat berupa perintah langsung baik suara maupun pemrogaman tetap. Pemograman tetap adalah input data yang dimasukkan dalam memori yang meliputi informasi tentang suhu ruang, intensitas cahaya, suara music dan volumenya serta perangkat lain yang mungkin dibutuhkan oleh pemakai ruang. Selanjutnya input ini akan diproses apabila sensor menangkap kehadiran pemakai ruang dan memberi perintah kepada mesin untuk mengeksekusi program yang sudah dituliskan.
Saat ini program tersebut hanya bisa mengakomodasi satu preferensi dari pemakai sedangkan untuk ruang yang dipakai oleh banyak orang masih membutuhkan banyak upaya penyempurnaan karena harus tercapai kompromi antara preferensi satu individu dan individu lain yang berbeda beda.